Twilite Youth Orchestra Concert 2011 : Tchaikovsky, The Romantic
Twilite Youth Orchestra Concert Series 2011 merupakan salah satu kegiatan dari Twilite Youth Orcherstra (YTO). YTO merupakan salah satu merupakan sebuah organisasi non-komersial yang menyediakan wadah bagi remaja/pelajar yang memiliki bakat dan kemampuan memainkan musik orkes dan ingin memiliki pengalaman tambahan dalam bermaindalam sebuah orkes simfonik.
Twilite Youth Orchestra Concert Series 2011 ini berlangsung dua kali yaitu 6 Agustus 2011 pukul 19.30 dan 7 Agustus 2011 pukul 16.00 bertempat di Usmar Ismail Hall, Gedung Pusat Perfilman Jl. Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta.
Twilite Youth Orchestra dicetuskan oleh Addie MS yang turut hadir menyaksikan konser generasi muda dari Twilite Orchestra (TO) ini didirikan pada bulan Agustus 2004 merupakan misi pendidikan dari TO. YTO telah melakukan konser umur ke-10 kali ini sejak didirikan, dan kali ini dipimpin oleh konduktor dan program director TYO, Eric Awuy.
Program Notes
Capriccio Italian Op. 45 – L. J. Tchaikovsky
Capriccio Italian Op. 45 merupakan salah satu karya pendek Tchaikovsky yang paling memuaskan dan efektif yang merupakan fantasi Italia dalam sebuah orkestra. dibuat antara 16 Januari dan 27 Mei 1880, dan dipentaskan pertama kali di Moscow 18 Desember 1880.
Flute Concerto No. 2 in D Major – W. A. Mozart
Flute Concerto No. 2 ini dimainkan dalam 3 bagian, Allegro aperto, Adagio ma non troppo, dan Allegro. Flute Concerto No. 2 ini merupakan sebuah adaptasi dari Obeo Concerto yang dituliskan Mozart.
Cello Concerto in E Minor – E. Elgar
Cello Concerto in dimainkan dalam bagian Allegro Moderator, dibuat Elgar tahun 1919A. Musik yang disajikan dimulai dengan suasana muram, kemudian dijawab lembut oleh instrument gesek. Sebenarnya musiknya merupakan musik ratapan tapi tenang.
Fratres – Arvo Tart
Komposisi Frantes dibuat oleh Arvo Tart seorang Estonia.
Romeo and Juliet Overture – L. J. Tchaikovsky
Dibuat oleh Tchaikovsky yang merupakan tema cinta menggambarkan kisah Romeo and Juliet ini.
Profil Conductor dan Solois
Orkestra ini dipimpin seorang konduktor Eric Awuy yang sudah lama tinggal di Indonesia dan bergabung di Twilite Orchestra. Memulai karir musik sejak umur 5 tahun dan beberapa prestasi sebagai musisiĀ di antaranya Montreal Symphony Orchestra, Quebec Sympony Orchestra, Mount-Royal Symphony Orchestra, Ensemble Contempraine de Montreal, Philharmonia Brass Ensamble, dan I Musici. Sebagai konduktor di antaranya sebagai konduktor tamu di Notre-Dame College Orchestra, World Youth Orchestra, dan Indonesian Youth Orchestra.
Solois Rachman Noor memainkan Cello Concerto, sejak umur 15 tahun sudah belajar cello. Prestasinya adalah kemampuannya beradaptasi dengan musik lain mengiringi Imogen Heap penyanyi Pop asal Inggris. Dia juga berkesempatan tampil di Junior Orchestra lokal Jepang. Aktif di Twilite Youth Orchestra, Twilite Orchestra, Jakarta Simfonia Orchestra dan ensemble-ensembel besar maupun kecil di Jakarta.
Selanjutnya penampilan solo Flute oleh Gratianus Wesley Putra Data berkuliah di Fisika ITB sekarang merupakan tahun ketiganya. Mulai belajar Flute sejak 2004 pada kesempatan konser ini memainkan tunggal Flute Conserto No. 2.
Penampilan solo Ken Lila dengan violinnya memainkan Fratres. Sejak umur 3 tahun belajar piano. Penghargaannya antara lain 1st prise and YPM gold medal, 1st prize-award for most outstanding performance dan award for musical temperament, dan lain-lain. Terakhir memenangkan 1st Prize of the Leopold Bellan International music competition di Paris.
Penampilan dari Twilite Youth Orchestra kali ini memperlihatkan bagaimana indahnya dan berceritanya musik dalam sebuah Orkestra. Membuat para pendengar dan penyimak begitu antusias mengikuti setiap birama yang dimainkan.
Kesatupaduan alat musik biola, viola, cello, Contrabass, Flute, Oboe, English Horn, Clarinet, Bassoon, Trumpet, French Horn, Trombone, Tuba, harpa, Timpani & Perkusi yang dipimpin seorang konduktor sangat menarik dan memukau.
Bagi anda yang masih ingin menyaksikan, Sore pukul 16.00 akan tampil lagi di Usmar Ismail Hall, Gedung Perfilman Indonesia.



kok blognya gak pernah update lagi gan??