Meriahnya Festival Wayang Indonesia 2011
Festival Wayang Indonesia 2011 kali ini dilangsungkan selama 3 hari, dari tanggal 15 Juli sampai dengan 17 Juli 2011. Festival ini dipusatkan penyelenggaraannya di Kawasan Kota Tua, di depan Museum Fatahillah Jakarta. Bulan Oktober 2011 Festival ini juga akan dilanjutkan kembali yang rencananya akan dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Wayang merupakan salah satu Warisan Heritage Dunia yang dicatatkan oleh Lembaga PBB yaitu UNESCO. Apalagi wayang Nusantara terdiri berbagai macam jenis dari kulit sampai wayang orang dengan kekhasan yang patut diapresiasikan. Mau tidak mau sebagai bangsa yang berbudaya sudah sepatutnya untuk ikut serta melestarikan serta menikmati kekhasan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Salah satunya dengan penyelenggaraan Festival Wayang Indonesia 2011.
Kegiatannya antara lain pameran wayang, segala terkait wayang baik cara pembuatan berbagai jenis wayang, maupun pertunjukan wayang langsung disajikan dalam event Festival Nusantara ini. Banyak para anak-anak, orang tua yang sedang membawa anaknya berlibur, serta tak ketinggalan anak muda-anak muda cukup antusias mengikuti acara ini.

Wayang Suket dan Pembuatannya
Cara pembuatan beberapa jenis wayang pun langsung didemonstrasikan para pengrajin pembuat wayang dalam sebuah stand. Salah satunya adalah membuat wayang suket. Wayang suket ini terbuat dari rumput kering yang anyam menjadi beberapa bentuk wayang. Bulir-bulir rumputnya dibiarkan untuk menambah ciri khas dan membuatnya menarik.

Wayang Golek
Selain wayang kulit yang terbuat dari kulit dan yang paling sering kita jumpai dengan ukiran khas yang rumit dan detail ini, ada juga wayang golek dan wayang kardus. Wayang kardus sendiri merupakan model wayang yang dibuat dengan bahan dasar kardus yang tentunya cukup mudah untuk dibuat dibanding dengan yang bahannya berasal dari kulit.
Kegiatan menarik lainnya adalah pengenalan wayang kepada masyarakat dan anak-anak yang walaupun sudah menjadi bagian Warisan Heritage Dunia yang diakui UNESCO masih saja belum dikenal di kalangan masyarakat yang sudah tercekoki dengan budaya asing. Dengan tampilnya Ki Enthus memperkenalkan nama yang melekat pada wayang serta karakternya masing-masing memberikan semangat baru untuk belajar mencintai wayang.
Pertunjukan wayang merupakan pamuncak dari Festival ini setiap haripun dilaksanakan dengan tema cerita serta dalang yang berbeda. Tentu saja ada yang berlangsung semalam suntuk seperti lazimnya sebuah pertunjukan wayang. Dengan sebuah penjelasan singkat tentang kisah yang akan dipergelarkan para penonton setidaknya mengetahui alur cerita di antara banyak referensi dan sumber cerita pewayangan di Indonesia.
Dengan ketukan musik gamelan, pukulan gong dan suara lengkingan sinden yang sedang nembang lagu-lagu Jawi menambah suasananya jadi komplek dalam sebuah hiburan kerakyatan. Beberapa tarian pun ikut menyemarakkan pagelaran wayang ini. Untuk daerah di sekitar Jawa Barat tarian seperti Tari Topeng dengan berbagai jenis variannya merupakan salah satu tarian yang sering ditampilkan mengiringi pertunjukan wayang.
Bagi anda yang tertarik menyaksikan Pagelaran Wayang, berikut ini beberapa jadwal manggung Pagelaran Wayang Selama Bulan Juli 2011 di tertempel di Museum Wayang antara lain :
Wayang Kulit Betawi
Lakon : “Bambang Narasoma”
Dalang : Ki Miharja
Sanggar : Marga Juwita
Tanggal : 03-07-2011
Jam : 10.00 s/d 14.00 WIB
Wayang Golek Sunda
Lakon : “Bambang Suropati”
Dalang : Ki Asman Lesmana
Sanggar : Sinar Komana
Tanggal : 10-07-2011
Jam : 10.00 s/d 14.00 WIB
Wayang Kulit Purwa Gaya Banyumas
Lakon : “Anoman Maneges”
Dalang : Ki A. Sutarwanto
Sanggar : Setyodadi Mandiri
Tanggal : 17-07-2011
Jam : 10.00 s/d 14.00 WIB
Wayang Orang Betawi
Lakon : “Jaka Tembilung”
Dalang : Ki Sukarlana
Sanggar :Mekar Jaya
Tanggal : 24-07-2011
Jam : 11.00 s/d 13.00 WIB





Wayang adalah warisan budaya kita, bahaya kalau diaku negara tetangga..
Kalau di bali, pas ada wayangan pasti rame.. soalnya wayang pasti penuh humor dan temanya selalu mengikuti perkembangan zaman..
waduh, bagus nih… surabaya kapan ya.
wayang itu dalam ceritanya banyak mengandung falsafah hidup. Dalam pewayangan banyak sekali karakter dan masing2 karakter sangat unik. Yang baik belum tentu orang baik dan yang jahat belum tentu orang jahat.
cerita legenda yang dibentuk sedemikian rupa dari bentuk serta suara, khasanah budaya bangsa yang semakin ditinggalkan
hmm, saya kok tidak kenal dengan beberapa dalang yang disebutkan ya. ampuun, sudah 5 tahun tidak menikmati wayang solo, gendingnya bikin kangen
Gua cuma bisa berdoa semoga lestari budaya indonesia
Semoga kebudayaan asli negeri ini jangan sampai diakui oleh negara tetangga kita. Salut buat mereka2 yang telah turut melestarikan budaya wayang.
Pingback: Kebebasan Berekspresi di Internet | Arul